Jumat, 02 Januari 2015

GRAVITY

Hujan tak pernah begitu menyakitkan
Ketika kau tau, rintik yang jatuh tak dapat berbuat apa-apa
Tak bisa tiba-tiba terhenti dan kembali ke atas
semua akibat gravitasi

Begitu juga perasaan
Cinta tak pernah terasa menyakitkan
Sebelum kau menyadari bahwa kau jatuh kepada seseorang
Tetapi kau tak bisa dengan begitu saja menghentikannya
Semua membutuhkan waktu

Tugas rintik hanya jatuh
Ia percayakan kepada awan yang membawanya
Ia tak bisa memilih untuk jatuh dimana
Tanah tandus, tanah subur, atau sungai yang sudah banyak airnya sekalipun
Ia percayakan saja kepada gravitasi, ia akan jatuh dengan kencang atau perlahan

Tugas hati hanya merasakan
Baik sedih, duka, amarah, benci, suka, maupun cinta
Namun ia tak seperti rintik, ia bisa memilih
Ia bisa memilih kepada siapa ia marah, mengapa ia benci, hal yang membuatnya senang, dan apa yang membuatnya sedih
Tapi perihal cinta, tidak semudah itu
Jatuh cinta tidak bisa memilih
Namun memberikan cinta, kita bisa menentukan kepada siapa emosi itu dipercayakan

Rabu, 26 November 2014

Rumah Nomor 66


Baca via PDF download disini

Jendela itu selalu terbuka sebagian. Tirai putih bersibak tertiup angin, tirai yang selalu menutup bagian yang tak terlihat di balik jendela itu. Jendela dengan kayu kusen jati model kuno ditambah teralis besi berwarna hitam hampir serupa di semua bagian rumah. Rumah gaya jawa yang terdesak oleh rumah gaya modern disekitarnya. Mobil putih keluaran pabrik Jerman setiap pukul 6 meninggalkan garasi rumah, meninggalkan jendela yang terbuka sebagian. Tak pernahkah jendela itu di tutup?

Sudah 5 bulan aku tinggal di seberang rumah bergaya jawa itu. Dan pertanyaanku selama 5 bulan ini juga, apa yang ada di balik jendela itu?  Rumah nomor 66. Tak pernah aku melihat sosok sang pemilik rumah. Saat mobil putih itu meninggalkan rumah, aku baru bangun dari mimpiku dan kembali entah jam berapa, aku tak pernah melihatnya kembali. Mengapa aku tertarik sekali dengan rumah itu ? Entahlah. Mungkin rumah itu mengingatkan aku dengan rumah nenekku yang berada di Wonosobo. Tempat kelahiranku dan masa kecilku. Setiap kali aku berada di rumah nenekku aku selalu merasa nyaman, tentram. Tapi rumah yang di seberang itu –

Observasi di Panti Wreda Sukmaraharja


Say haaii...
Hari ini aku mau berbagi pengalaman pertama kali melakukan observasi. Tanggal 24 November 2014 yang lalu aku dan ke 6 temanku yang lain melakukan kegiatan Observasi mengenai perilaku Lansia di Panti Werdha atau yang biasa disebut panti jompo. Awalnya tugas ini terlihat mudah dan di beri waktu 2 bulun, namun dalam pelaksanaannya ternyata ada saja kendalanya.

            Pertama kita memilih salah satu Panti Werdha di wilayah Jakarta. Namun dengan beberapa alasan akhirnya kita memilih untuk ganti panti (rada slek gitu sama pengurusnya hehe). Akhirnya setelah berjuang lobi sana-sini, kita memutuskan untuk Observasi di Panti Wreda Sukmaraharja yang beralamat di Jl. Pulo Empang RT 04/05 Paledang Bogor Tengah - Kota Kota Bogor.

            Karena kabanyakan teman-temanku berasal dari luar Bogor, akhirnya kita janjian di Stasiun Bogor. Dari stasiun bogor kami naik angkot. Setelah tanya-tanya polisi dan supir angkot, akhirnya kita sampe saat tengah hari. Sampai disana kita  disambut ramah oleh pengurus pantinya. Setelah izin dan admministrasi kita langsung melakukan observasi + wawancara dengan para lansia.

            Secara garis besar, dalam Panti Wreda Sukmaraharja dihuni oleh 60 lansia. 59 diantaranya perempuan dan 1 laki-laki. Namun, saat kami datang kesana, kami sama sekali tidak melihat penghuni panti yang laki-laki. Tempatnya cukup baik walaupun tidak terlalu luas. Satu kamar ada yang dihuni tiga orang, lima orang, dan delapan orang. Walaupun menurut kami fasilitas yang disediakan belum mencukupi, namun menurut pengakuan beberapa lansia yang kami wawancarai mereka merasa cukup dan nyaman berada di panti tersebut.



Beberapa foto hasil dari observasi yang kami lakukan



Kamis, 20 November 2014

RESENSI BUKU : PENGARANG TELAH MATI (Karya: Sapardi Djoko Damono)


RESENSI BUKU: PENGARANG TELAH MATI

Selasa, 21 Oktober 2014

Manusia dan Kesusastran : Periode Sastra Indonesia

Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu  budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.

Secara etimologi (menurut asal-usul kata) kesusastraan berarti karangan yang indah. “sastra” (dari bahasa Sansekerta) artinya : tulisan, karangan. Akan tetapi sekarang pengertian “Kesusastraan” berkembang melebihi pengertian etimologi tersebut. Kata “Indah” amat luas maknanya. Sebuah cipta sastra yang indah, bukanlah karena bahasanya yang beralun-alun dan penuh irama. Ia harus dilihat secara keseluruhan: temanya, amanatnya dan strukturnya. Ada beberapa nilai yang harus dimiliki oleh sebuah ciptasastra, antara lain nilai-nilai estetika, nilai-nilai moral, dan nilai-nilai yang bersifat konsepsionil. 
Karya sastra merupakan sintesa dari adanya tesa dan anti tesa. Tesa adalah kenyataan-kenyataan yang dihadapi. Antitesa adalah sikap-sikap yang bersifat subjektif dan intersubjektif. Sedangkan sintesa adalah hasil dari perlawanan antara tesa dengan antitesa itu. Bersifat idealis, imajinatif dan kreatif, berdasarkan cita-cita dan konsepsi pengarang.

Bentuk-bentuk Kesusastraan
Ada beberapa bentuk kesusastraan :
§  Puisi
§  Cerita Rekaan (fiksi)
§  Essay dan Kritik
§  Drama


Rabu, 08 Oktober 2014

My Favorite Song By Owl City

ADAM YOUNG, salah satu penyanyi favoritku sejak SMP. Pertama suka karena lagu Fireflies kemudian dilanjutkan dengan The bird and the worm lalu Vanilla Twilight dan kemudian hampir semua lagunya kusuka. Hehe
Owl City di bentuk tahun 2007 dengan vokalis tunggal Adam dari sebuah  proyek musik elektronik oleh penyanyi-pengarang lagu dan multi-instrumentalis. Genre yang diusung antara lain elektronik dan alternatif. Awal kemunculannya musik owl city lebih banyak memakai instrumen elektronik yang simple tapi asik banget buat di dengar.
Kenapa aku suka owl city ? liriknya itu looohh... gak biasa hahaha. Adam lebih sering menggunakan diksi-diksi yang unik dalam setiap lirik di lagunya, jadi dalam sekali dengar kita pasti susah menangkap maksud dari lagunya. Musik dari owl city juga punya ciri khas dan easy listening. Kalau kalian mendengarkan 3 sampai 4 lagu owl city pasti sudah langsung bisa tau ciri khas dari musiknya.

Dan ini beberapa lagu Owl City favoritku :

Kamis, 02 Oktober 2014

IMPERFECTIONS

“Abu” tak pernah ada tanpa kertas dan api
“Abu” tak pernah terjadi tanpa hitam dan putih
Semua menyatu, semua melebur
Tak ada hitam yang benar-benar hitam ketika putih tak bersanding dengannya
Putih tak pernah suci, jika hitam tidak merelakan dirinya menjadi penoda
Semua saling mengisi, semua saling melengkapi
Jika dengan egonya semua dikuasai putih, silau sekali dunia ini
Pun begitu jika semua hitam berkuasa, kita tak akan pernah tau jika itu kursi, meja, atau lemari
Semua terlihat sama, tak berwarna dan gelap

Kertas pun begitu, ia lemah
Tak sekuat api
Hal yang membuat api takut mendekati kertas
Ia tak ingin mengubah kertas menjadi abu
Mereka ingin bersama, namun tak bisa bersatu
Itu masalahnya
 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates