Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2015

KEHILANGAN


Jumat, 02 Januari 2015

GRAVITY

Hujan tak pernah begitu menyakitkan
Ketika kau tau, rintik yang jatuh tak dapat berbuat apa-apa
Tak bisa tiba-tiba terhenti dan kembali ke atas
semua akibat gravitasi

Begitu juga perasaan
Cinta tak pernah terasa menyakitkan
Sebelum kau menyadari bahwa kau jatuh kepada seseorang
Tetapi kau tak bisa dengan begitu saja menghentikannya
Semua membutuhkan waktu

Tugas rintik hanya jatuh
Ia percayakan kepada awan yang membawanya
Ia tak bisa memilih untuk jatuh dimana
Tanah tandus, tanah subur, atau sungai yang sudah banyak airnya sekalipun
Ia percayakan saja kepada gravitasi, ia akan jatuh dengan kencang atau perlahan

Tugas hati hanya merasakan
Baik sedih, duka, amarah, benci, suka, maupun cinta
Namun ia tak seperti rintik, ia bisa memilih
Ia bisa memilih kepada siapa ia marah, mengapa ia benci, hal yang membuatnya senang, dan apa yang membuatnya sedih
Tapi perihal cinta, tidak semudah itu
Jatuh cinta tidak bisa memilih
Namun memberikan cinta, kita bisa menentukan kepada siapa emosi itu dipercayakan

Senin, 25 Agustus 2014

Mimpiku dalam Secarik Kertas


“Gantungkanlah mimpi di langit” kata-kata itu acap kali kita dengar sebagai penyemangat untuk meraih mimpi kita. Aku kurang setuju dengan hal itu. Kupikir jika mimpi itu “digantung” di langit, kita akan sulit menggapainya. Kita akan lebih sering memandanginya, dan jika tertiup angin mimpi itu bisa saja menjadi goyah bahkan berhamburan menghilang.

Jadi, aku lebih suka dengan istilah yang kugunakan sendiri. 
“Genggamlah impianmu dalam kepalan tanganmu” 
Ia tak akan kemana-mana, ia akan selalu ada dalam kepalan tangan kita. Kita hanya perlu menggenggamnya kuat-kuat agar impian kita tak menghilang begitu saja. Ketika mimpi itu hendak jatuh kita mampu meraihnya kembali. Saat kita lelah dan merasa bosan, impian kita itu tinggal kita liat kembali dalam tangan kita dan tekadkan kembali untuk meraihnya.

Hal itu yang selalu aku pikirkan, yang aku pegang teguh hingga kini. Dulu, aku memiliki mimpi menjadi seorang dokter. Ya, terdengar sangat biasa ketika profesi itu diucapkan anak seumur lima tahunan. Seiring berjalannya waktu aku tetap pada tekadku itu. Menjadi seorang dokter. Hingga pada suatu waktu, aku mengetahui apa yang sebenernya aku inginkan.

Sabtu, 25 Januari 2014

Bingung milih Universitas...

Hai hai semua, udah lama gak curhat-curhatan di blog ini. Maka dari itu, kali ini aku akan sedikit curhat tentang apa yang lagi gue rasain. Santai-santai, bukan masalah percintaan dan kawan-kawannya ko, tapi ini merupakan masalah serius yang akan kalian hadapi kalau sudah mendekati akhir kelas 3 SMA. YAP ! apa lagi kalau bukan masalah memilih Universitas.



Sebenarnya ini nyambung dengan post-an gue sebelumnya tentang minat bakat gue yang belum “diketemukan” . Dari sisi itu saja udah buat gue bingung. Beberapa macam artikel yang gue baca, selalu menempatkan minat dan bakat di urutan paling atas untuk memilih Universitas idaman, karena kalau tidak sesuai dengan apa yang kita suka nanti kuliah kita jadi ogah-ogahan. Dan inilah masalahnya, apa yang membuat gue benar-benar tertarik ??? -__-

Kalau di ingat-ingat, dari kecil gue pengin banget jadi dokter (seperti kebanyakan anak kecil lainnya). Umur semakin bertambah, mulai ada minat minat lainnya Guru, Dokter hewan, Dosen, Psikolog, sampai jadi tim kesehatan nya sepak bola favorite gue ._. (ini serius). Tapi, semakin  banyak pilihan, semakin bingung juga untuk memilih. Benar sekali ungkapan 
“Hidup itu pilihan, dan pilihan ada di tangan kita”
 Sedangkan tangan kita ada 2, jadi kita akan selalu bertemu yang namanya pilihan. Kanan atau kiri, maju atau mundur, melangkah atau berhenti, suka atau tidak suka, bergerak atau diam. Semua nya pilihan dan semuanya butuh pertimbangan.

Minggu, 13 Oktober 2013

Minat dan Bakat ?

            


          Hai kawan.. kali ini gue akan memposting hal-hal yang simple aja. Karena gue perhatiin dari beberapa waktu yang lalu, gue selalu mem-posting hal-hal yang sedikit serius. Lama-lama jadi kayak gimana gitu , hehehe. Oke sekarang kita membahas yang santai-santai saja dulu. Lebih tepatnya kali ini gue akan sedikit curhat. (engieng)

            Jadi begini kawan, beberapa hari yang lalu ada temen gue yang ngomong ke gue, lebih tepatnya nanya sih, kira-kira seperti ini :

“Eh fan, kamu enak ya bisa segala macem pelajaran. Hitung-hitungan, hafalan, olahraga, musik. Gimana sih cara nya bisa di semua bidang itu ?”

Gue yang mendapat pertanyaan semacam itu tentu saja diem. Ini pertama kali nya ada yang ngomong kayak gitu, karena sebelumnya gue sendiri bingung sebenernya bakat minat gue tuh dimana, eh tiba-tiba ada yang berkomentar seperti itu. Di lain sisi gue seneng, ternyata ada orang lain yang bisa melihat bakat gue tapi gue juga bingung karena belum nemuin yang pasti.

Oke, menjawab pertanyaan dari temen gue tadi gue cuma bisa jawab 1 kata. “Entahlah” . Ya, mau jawab apa lagi coba, orang yang di tanya juga bingung. Hehehe. Yang pasti sih kalo gue dihadapin sama persoalan semacam pelajaran kayak gitu, gue bakal berjuang dan fokus untuk menguasai pelajaran yang gue hadapin. Selalu begitu. Dampak negatifnya adalah, gue gak pernah bisa fokus dengan hal yang lain di luar yang lagi gue perdalam. Contohnya gini dulu gue di SMP suka banget sama IPS atau Ilmu Sosial, setiap ada mapel IPS dengan semangat gue ngikutin itu pelajaran sampe selalu pengen maju ke depan kelas kalo ada pertanyaan atau apa. Tapi di lain sisi gue jadi gak fokus sama mapel yang lainnya kayak Matematika. Dan hasilnya sudah diketahui, nilai di antara kedua nya jomplang sekali, sampai dulu punya niatan masuk ke IPS aja.

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates