Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2016

SEGALANYA (Karya: Sapardi Djoko Damono)



Karya: Sapardi Djoko Damono
Dalam buku: Melipat Jarak


Segalanya masih akan bersama kamu: awan yang suka tesentak, warna senja yang selalu baru, wajah telaga di belakang rumah, bahkan angin, yang tak pernah kausapa tetapi yang suka menyombongkan diri sebagai yang paling setia selama ini, duduk di pangkuanmu (Jangan ganggu!) Setelah capek menempuh samudra, perbukitan, dan kembali agar bisa didengarnya kata-katamu yang bahkan aku dengan susah payah bisa memahaminya.


Kalau nanti aku, alhamdulillah, harus pergi semua masih akan tetap tinggal bersamamu; ketika kau batuk-batuk dan buru-buru mencari OBH, ketika kau mengecilkan volume ampli ingat tetangga sebelah sedang sakit, ketika kau mendengar jerit air mendidih dan buru-buru menuangkannya ke dalam ember untuk mandi pagi; ya, semua itu masih akan bersamamu ketika aku tak lagi di rumah ini.

Kursi kamar tamu yang dicakar-cakar kucing, lukisan Bali yang miring lagi begitu diluruskan, buku-buku yang bertebaran (Jangan diatur!), meja makan rotan yang sudah bosan politur, tempat sepatu yang penuh bekas bungkus plastik, lemari es yang dengan sabar bertahan belasan tahun, cangkir kopi dan mangkuk untuk sarapan bubur, jam dinding yang detaknya tak kedengaran, kasur, bantal, guling, seprei, pesawat telepon di dekat tempat tidur, telepon selular yang biasanya aku bawa kemana-mana: semua masih akan bersamamu, sayang padamu.


source: goodreads.com

Rabu, 14 Oktober 2015

KEHILANGAN


Sabtu, 14 Maret 2015

Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu sederhana
Dengan seseorang yang rela melakukan apa saja
Demi melihatmu bahagia
Melakukan hal-hal sepele dan kejutan tak terduga
Hal yang bisa membuatmu tertawa 

Bahagia itu sederhana
Sesederhana menemukan dirimu
Berkenalan denganmu
Berbincang dengamu
Dan menjadi bagian dari dirimu

Namun mencintaimu tidakalah sesederhana aku merasa bahagia
Dengan seluruh tingkah lakumu yang jauh dari perkiraanku
Dengan seluruh sifatmu yang seakan berubah setiap jamnya
Dengan seluruh sifat kekanak-kanakanmu

Lalu mengapa aku masih memilihmu ?
Karena aku mencintamu
Ya, Sesederhana itu


Jumat, 02 Januari 2015

GRAVITY

Hujan tak pernah begitu menyakitkan
Ketika kau tau, rintik yang jatuh tak dapat berbuat apa-apa
Tak bisa tiba-tiba terhenti dan kembali ke atas
semua akibat gravitasi

Begitu juga perasaan
Cinta tak pernah terasa menyakitkan
Sebelum kau menyadari bahwa kau jatuh kepada seseorang
Tetapi kau tak bisa dengan begitu saja menghentikannya
Semua membutuhkan waktu

Tugas rintik hanya jatuh
Ia percayakan kepada awan yang membawanya
Ia tak bisa memilih untuk jatuh dimana
Tanah tandus, tanah subur, atau sungai yang sudah banyak airnya sekalipun
Ia percayakan saja kepada gravitasi, ia akan jatuh dengan kencang atau perlahan

Tugas hati hanya merasakan
Baik sedih, duka, amarah, benci, suka, maupun cinta
Namun ia tak seperti rintik, ia bisa memilih
Ia bisa memilih kepada siapa ia marah, mengapa ia benci, hal yang membuatnya senang, dan apa yang membuatnya sedih
Tapi perihal cinta, tidak semudah itu
Jatuh cinta tidak bisa memilih
Namun memberikan cinta, kita bisa menentukan kepada siapa emosi itu dipercayakan

Kamis, 02 Oktober 2014

IMPERFECTIONS

“Abu” tak pernah ada tanpa kertas dan api
“Abu” tak pernah terjadi tanpa hitam dan putih
Semua menyatu, semua melebur
Tak ada hitam yang benar-benar hitam ketika putih tak bersanding dengannya
Putih tak pernah suci, jika hitam tidak merelakan dirinya menjadi penoda
Semua saling mengisi, semua saling melengkapi
Jika dengan egonya semua dikuasai putih, silau sekali dunia ini
Pun begitu jika semua hitam berkuasa, kita tak akan pernah tau jika itu kursi, meja, atau lemari
Semua terlihat sama, tak berwarna dan gelap

Kertas pun begitu, ia lemah
Tak sekuat api
Hal yang membuat api takut mendekati kertas
Ia tak ingin mengubah kertas menjadi abu
Mereka ingin bersama, namun tak bisa bersatu
Itu masalahnya

Kamis, 10 Juli 2014

PETRICHOR

Bertanya pada cuaca, bagaimana kabarmu sekarang ?
Kupejamkan mata, menghirup wangi hujan yang menyentuh tanah
Ini rintik ke-1000
Kuingat saat kita berjumpa
Tak ada sapa yang bertaut
Tatap mata yang tak bertemu 
Tak ubahnya dua sisi mata uang

Bertanya pada hujan, sedang apa kau disana ?
Ini rintik yang ke-2000
Ku ingat saat kita pertama bertegur sapa
Bertukar pandang bak menyimpan seribu makna
Tak ada “hai” yang terucap
Tapi kita  tahu, kita tak butuh itu

Jumat, 04 Juli 2014

Batas Langit



Bukankah langit tak berbatas tuan ?
Aku tahu itu dari buku yang sering kau baca
Kalau boleh meminta, aku ingin langit memiliki pintu
Yang bisa di buka tutup
Agar aku tahu kapan kau akan  pergi dan kapan kau kembali

Jika langit memiliki batas tuan
Kau pasti lebih mudah ku raih
Tak melalang buana dari langit satu ke langit yang lain
Sedangkan aku tetap terikat pada bintang yang redup

Andai langit berbatas tuan
Aku bisa melihatmu
Tapi kau pasti tak akan melihatku, sedikitpun

Selasa, 04 Maret 2014

Iseenng ~

Karena hujan menghembuskan dingin
Maka rindu tak ingin ia hadir
Bolehlah hadir sesekali
Tapi bukan untuk sendiri

Karena mentari melepas hangat
Maka rindu ingin ia dekat
Bolehlah ia menjauh
Tapi bukan untuk berkeluh

Kamis, 20 Februari 2014

Kepada Tuan

Riak-riak perasaan 
Yang aku rasakan
Hanya dapat aku katakan
Kepada Tuan
Yang pernah merasakan

Desir-desir kegelisahan 
Yang aku resahkan
Hanya dapat saya Kisahkan
Kepada Tuan
Yang pernah diresahgelisahkan


Butir-butir kekecewaan
Yang aku kecamkan
Hanya dapat dijelaskan
Kepada Tuan
Yang tak berniat menjelaskan

Satu-satu kenyataan
Yang aku dustakan
Hanya dapat aku katakan
Kepada Tuan
Yang enggan merasakan

Jumat, 20 Desember 2013

Cinta Dalam Doa



Bagaimana caranya menjelaskan rindu 
kepada seseorang yang entah di mana saat ini
Untukmu yang disana,
terkadang mata ini iri kepada hati
Karena kau ada dihatiku namun tidak tampak di mataku

Untukmu yang disana,
Aku tidak memiliki alasan pasti mengapa sampai saat ini masih menunggumu
Meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu dan diharapkan
Hati ini meyakini bahwa kau ada
Meski entah di belahan bumi mana

Untukmu yang disana,
Mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama
tersenyum menatap rembulan yang sama
di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu
Maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya
Aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintai-Nya


Minggu, 10 November 2013

Pejamkan Rasakan Tuliskan


Suara jerit di lembayung
Teredam, terikat, terkekang
Bara api di lubuk hati
Terbakar, berhembus, tak padam
Untai kata tak terwakilkan
Resah hati tak terlukiskan
Pejamkan mata, terus pejamkan
Hingga teriakan itu menggetarkan alam fiksi yang ada

Tak terulur oleh waktu
Tak terpecah oleh keadaan
Saat waktu terdiam sesaat, saat itu pula lisan merapat
Waktu, ya waktu
Selalu tentangnya yang tak pernah tepat
Hilang saat raga berupa wujud
Hadir kala raga mulai terkikis
Rasakan, terus rasakan saja
Hingga suatu ketika dentingan itu menyatu
Rasakan, agar tak ada yang hilang saat waktu hadir bersama wujud nyata

Jari terkecil yang berpaut
Membalut kata bersyair indah
Walau nada yang mengalun tak selalu ceria
Syair terus mengalun
Hingga jari kecil itu terlepas
Entah terdorong atau melepaskan
Menghampiri jari kecil lentik lainnya
Bersua, membentuk nada dari notasi yang berbeda
Sepertinya indah
Namun  terdengar sumbang di relung iri
Sejenak ku menuliskan notasi lama yang terdengar indah untukku
Tuliskan, hingga nada usang itu kembali mengalun
Tuliskan, agar syair yang hilang kembali tersusun
Agar kau sadar, nada yang sama akan terus mengalun membuntuti waktu

Jumat, 04 Oktober 2013

Menunggumu di lautan senja

Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang menjawabku
Selain ombak yang berderu
Tiada yang lebih pilu
Selain suara hatiku

Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu engkau tahu
Aku ada

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejaku disisimu
Namun kau dapat rasakan
Akulah lautan
Kemana kau selalu pulang
Akulah lautan
Memeluk pantaimu penuh kehangatan

Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih sendu
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu

Inspirasi puisi : Aku Tahu - Dee


Yang Terlupakan

Aku bukanlah pohon
Dengan batang yang kuat bertahan
Aku bukanlah pohon
Yang angin dan hewan pun segan
Aku bukanlah pohon
Yang diamnya dapat menyejukan

Mungkin aku hanyalah daun
Yang setiap waktu dapat melayang terbang
Kemudian terlupakan
Mungkin aku hanyalah ranting
Yang tersudut oleh angin yang datang
Tak kuat bertahan

Atau mungkin aku seperti hujan ?
Yang terhimpit oleh awan
Yang gemetar oleh gelegar
Yang jatuh tanpa penahan
Yang hadir tanpa kawan

Tapi, bolehkah sekali saja aku menjadi bunga ?
Yang setiasa bermekaran
Merasa di hargai merasa di banggakan
Bila tidak, tak apa aku menjadi dahan
Walau tak di pandang namun tetap kuat bertahan

Jikalau tuhan tidak mengizinkan
Aku tidak akan melipatkan tangan
Karena aku yakin tuhan
Maha mendengar apa yang hambanya ucapkan



Rabu, 02 Oktober 2013

Hadirnya Pelangi

Aku percaya pelangi kan hadir
Walaupun tanpa rintik yang bergulir
Bukankah itu sesuatu yang mustahil ?
Ah, itu hanya perkataan orang yang tak percaya takdir

Pelangi akan datang, aku percaya itu
Dengan atau tanpa rintik yang mengguyur
Bukankah itu perkataan ngawur ?
Ah, itu hanya perkataan orang yang melantur

Rintik dan Pelangi
Aku yakin mereka diciptakan sehati
Bukankah mereka hadir sendiri-sendiri ?
Ah, itu hanya perkataan orang yang iri



Favorite Part CINTA. (baca : cinta dengan titik)

“My favorite part is the dew,
while yours is the sunrise.
Days left for us, only a few.
 It’s not forever, but still nice”

“My favorite part is the leaf,
while yours is the flower.
I never want to leave,
but it’s also hard to get us together”

“My favorite part is the lyric,
while yours is the music.
The distance makes me sick,
But there’s no option I can pick”

“My favorite part is the sea,
while yours is the mountain.
I’ll never set you free,
I’m afraid you won’t come back again”

“My favorite part is the blue sky,
while yours is the white cloud.
When you say goodbye,
My heart’s screaming out loud”

“My favorite part is the moon,
while yours is the dark sky.
Please come back soon,
Before I say goodbye”

“My favorite part is the dust,
while yours is the solid ground.
I gave you all my trust,
But you just left me wound”

CINTA. (baca : cinta dengan titik) hal 164-165 

novel by : @benzbara_

Minggu, 22 September 2013

Rintik dan Pelangi


Selasa, 03 September 2013

Hanya yang kuungkapkan jika aku mampu


ada saat dimana rindu tak kuat ditampung kata-kata.
saat rindu berubah menjadi kekuatan untuk menanti.
bahkan ribuan tahun lagi.

aku merindukanmu.
sudah tak butuh aku kata-kata itu.
apalah artinya kata itu. 
sama saja seperti ribuan kata lain yang sering diungkapkan tanpa makna.

yang aku butuh hanya melihatmu tersenyum.
melangkah dengan langkah tergesamu menuju aku.
dengan tas naik-turun dipunggungmu.
laptop yang kau tenteng seenak jidatmu.

menemaniku menikmati senja.
sampai tiba waktu pulang.
saat kau sendiri yang menggambar senja itu.
dan mengantarku pulang.

tapi kamu tak kunjung datang.
tak juga tersenyum dan melangkah tergesa kearahku. 

senjaku kini berwarna kelabu.
kau bawa pulang tinta jingganya.
karena kau berjanji suatu hari akan kembali.
dan mewarnainya (untukku) lagi.

ah, rasanya ada ribuan yang ingin kusampaikan padamu.
tapi kini cukup satu. itupun jika aku mampu.
ada saat dimana rindu tak kuat ditampung kata-kata.
saat-saat aku merindukanmu…



Minggu, 28 Juli 2013

Aku Ingin - Sihir Hujan

I LOVED WRITING

  Yeah.. aku sangat suka menulis, dari kecil aku sudah tau inilah hobiku sebenarnya. Dulu, dengan hanya bermodalkan buku tulis kecil dan sebuah pensil aku mulai menuangkan seluruh imajinasiku. Tapi bukunya udah ilang sih, jadi gak ada buktinya :e:  hehe

    Namun beberapa waktu ini aku mulai menyukai bentuk prosa lainnya yang bernama "Puisi" . Tapi aku hanya bisa di kategorikan "penikmat" bukan pembuat.

Seperti puisi yang satu ini :
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikan abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikan tiada”

Aku ingin-SDD


satu lagi yang aku suka :
“Hujan mengenal baik pohon, jalan dan selokan
--suaranya bisa dibeda-bedakan
Kau akan mendengarnya meski sudah kau tutup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.

Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan
--Menyihirmu agar sama seklai tak sempat mengaduh
Waktu menangkap wahyu yang harus kau rahasiakan”

Sihir Hujan - SDD

KEREEENNN :j:
 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates