Karena hujan menghembuskan dingin
Maka rindu tak ingin ia hadir
Bolehlah hadir sesekali
Tapi bukan untuk sendiri
Karena mentari melepas hangat
Maka rindu ingin ia dekat
Bolehlah ia menjauh
Tapi bukan untuk berkeluh
Selasa, 04 Maret 2014
Kamis, 20 Februari 2014
Kepada Tuan
Riak-riak perasaan
Yang pernah merasakan
Yang aku rasakan
Hanya dapat aku katakan
Hanya dapat aku katakan
Kepada Tuan
Desir-desir kegelisahan
Yang aku resahkan
Hanya dapat saya Kisahkan
Kepada Tuan
Yang pernah diresahgelisahkan
Hanya dapat saya Kisahkan
Kepada Tuan
Yang pernah diresahgelisahkan
Butir-butir kekecewaan
Yang aku kecamkan
Hanya dapat dijelaskan
Kepada Tuan
Yang tak berniat menjelaskan
Satu-satu kenyataan
Yang aku dustakan
Hanya dapat aku katakan
Kepada Tuan
Yang enggan merasakan
Sabtu, 15 Februari 2014
Typography Lyric Video (Part : 1)
Haaiii kawaaann :D kali ini gue akan mem-post beberapa Lyric Video dari lagu-lagu favorite gue. dan gue post ini karena terinspirasi dari blog temen gue Hanifah Lestari ^-^
langsung saja Cekidot !
Owl City - The Bird And The Worm
Owl City - Fireflies
Rihanna feat Eminem - The Monster
Macklemore and Ryan Lewis - Can't Hold Us
The Script - Hall Of Fame
Sabtu, 25 Januari 2014
Bingung milih Universitas...
Hai hai semua,
udah lama gak curhat-curhatan di blog ini. Maka dari itu, kali ini aku akan
sedikit curhat tentang apa yang lagi gue rasain. Santai-santai, bukan masalah
percintaan dan kawan-kawannya ko, tapi ini merupakan masalah serius yang akan
kalian hadapi kalau sudah mendekati akhir kelas 3 SMA. YAP ! apa lagi kalau
bukan masalah memilih Universitas.

Sebenarnya ini
nyambung dengan post-an gue sebelumnya tentang minat bakat gue yang belum “diketemukan”
. Dari sisi itu saja udah buat gue bingung. Beberapa macam artikel yang gue
baca, selalu menempatkan minat dan bakat di urutan paling atas untuk memilih Universitas
idaman, karena kalau tidak sesuai dengan apa yang kita suka nanti kuliah kita
jadi ogah-ogahan. Dan inilah masalahnya, apa yang membuat gue benar-benar
tertarik ??? -__-
Kalau di
ingat-ingat, dari kecil gue pengin banget jadi dokter (seperti kebanyakan anak
kecil lainnya). Umur semakin bertambah, mulai ada minat minat lainnya Guru,
Dokter hewan, Dosen, Psikolog, sampai jadi tim kesehatan nya sepak bola
favorite gue ._. (ini serius). Tapi, semakin banyak pilihan, semakin
bingung juga untuk memilih. Benar sekali ungkapan
“Hidup itu pilihan, dan pilihan ada di tangan kita”Sedangkan tangan kita ada 2, jadi kita akan selalu bertemu yang namanya pilihan. Kanan atau kiri, maju atau mundur, melangkah atau berhenti, suka atau tidak suka, bergerak atau diam. Semua nya pilihan dan semuanya butuh pertimbangan.
Jumat, 20 Desember 2013
Daun ( Karya : Sapardi Djoko Damono )
Siapa yang bertanggung jawab bahwa daun berwarna hijau ? Hujan sama sekali tidak memasalahkannya. Ia malah agak heran kenapa muncul pertanyaan semacam itu. Ia tahu benar, meskipun berulang kali diiguyur daun tidak juga luntur. Ia juga suka membersihkan debu yang menempel pada daun sehingga tampak hijau. mungkin matahari yang punya ulah itu ; maksudnya menyulap daun menjadi hijau. Habis, siapa lagi ?
Tetapi matahari memang tidak pernah menanggapi pertanyaan yang konyol semacam itu ; ia menikmati tugasnya setiap hari sebagai mata uang terus-menerus mengawasi kita. Diam-diam memang diakuinya bahwa ia juga ikut bertanggung jawab atas itu, meskipun tugasnya juga menyihir daun menjadi kecoklat-coklatan, sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak disukainya.
Jadi, siapa yang bertanggung jawab ? Angin lagi, juga tidak berminat menjawab pertanyaan aneh itu. Sebenarnya ia malah merasa ikut bertanggung jawab atas kelanjutan tugas yang tidak disukai matahari itu. Ia bertugas menggoyang-goyang daun yang sudah coklat agar lekas gugur, sebab tidak jarang daun tetap bertahan pada tangkainya meskipun tidak hijau lagi. Ia juga tidak menyukai tugas ini, sebab jika ada daun yang bersikeras demikin, ia harus berputar sekencang-kencangnya agar daun itu luruh. Tetapi akibat sampingannya adalah terlalu banyak daun yang masih hijau ikut lepas dari tangkainya. Itu artinya ia bisa dianggap sudah melampaui tugasnya.
Semua itu tidak menjawab pertanyaan siapa yang bertangung jawab bahwa daun berwarna hijau. Tetapi, siapa pula yang mengajukan pertanyaan itu ? gerutu si tukang kebun.
------
Cinta Dalam Doa

Bagaimana caranya menjelaskan rindu
kepada seseorang yang entah di mana saat ini
kepada seseorang yang entah di mana saat ini
Untukmu yang disana,
terkadang mata ini iri kepada hati
Karena kau ada dihatiku namun tidak tampak di mataku
Untukmu yang disana,
Aku tidak memiliki alasan pasti mengapa sampai saat ini
masih menunggumu
Meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu dan diharapkan
Hati ini meyakini bahwa kau ada
Meski entah di belahan bumi mana
Untukmu yang disana,
Mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama
tersenyum menatap rembulan yang sama
di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu
Maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya
Aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintai-Nya
Minggu, 10 November 2013
Pejamkan Rasakan Tuliskan
Suara jerit di lembayung
Teredam, terikat, terkekang
Bara api di lubuk hati
Terbakar, berhembus, tak padam
Untai kata tak terwakilkan
Resah hati tak terlukiskan
Pejamkan mata, terus pejamkan
Hingga teriakan itu menggetarkan alam fiksi yang ada
Tak terulur oleh waktu
Tak terpecah oleh keadaan
Saat waktu terdiam sesaat, saat itu pula lisan merapat
Waktu, ya waktu
Selalu tentangnya yang tak pernah tepat
Hilang saat raga berupa wujud
Hadir kala raga mulai terkikis
Rasakan, terus rasakan saja
Hingga suatu ketika dentingan itu menyatu
Rasakan, agar tak ada yang hilang saat waktu hadir bersama
wujud nyata
Jari terkecil yang berpaut
Membalut kata bersyair indah
Walau nada yang mengalun tak selalu ceria
Syair terus mengalun
Hingga jari kecil itu terlepas
Entah terdorong atau melepaskan
Menghampiri jari kecil lentik lainnya
Bersua, membentuk nada dari notasi yang berbeda
Sepertinya indah
Namun terdengar
sumbang di relung iri
Sejenak ku menuliskan notasi lama yang terdengar indah
untukku
Tuliskan, hingga nada usang itu kembali mengalun
Tuliskan, agar syair yang hilang kembali tersusun
Agar kau sadar, nada yang sama akan terus mengalun
membuntuti waktu
Langganan:
Postingan (Atom)
